hadits tentang ilmu pengetahuan dan teknologi

NabiMuhammad mewajibkan ummatnya untuk menuntut ilmu. "Menuntut ilmu wajib bagi muslimin dan muslimah" begitu sabdanya. "Tuntutlah ilmu dari sejak lahir hingga sampai ke liang lahat.". 12. Hadits-hadits seperti "Siapa yang meninggalkan kampung halamannya untuk mencari pengetahuan, ia berada di jalan Allah", "Tinta seorang ulama Demikianlahsahabat bacaan madani ulasan tentang hadits tentang ilmu pengetahuan dan teknologi. Sumber buku Siswa Hadits Ilmu Hadits Kelas XII MA Kementerian Agama Republik Indonesia, 2016. Kunjungilah selalu bermanfaat. Aamiin. 1 Menulis Ilmu Pengetahuan Dalam Islam. Sejak awal Islam telah memotivasi dan menyuruh kaum muslim untuk membaca melalui ayat 1-5 dan secara khusus mengisyaratkan menulis ilmu pengetahuan melalui ayat 4 dari QS; al-'Alaq. Dalam praktek, Nabi saw menyuruh para sahabat menulis semua ayat Al-Qur'an sejak awal diturunkan sampai ayat terakhi Haditstentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Jan 15 Hadits tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Sesungguh Islam adalah agama yang menghargai ilmu pengetahuan. Menuntut ilmu, dalam ajaran Islam, adalah suatu yang sangat diwajibkan sekali bagi setiap Muslim, apakah itu menuntut ilmu agama atau ilmu pengetahuan lainnya. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah. Teknologi Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, teknologi diartikan sebagai "kemampuan teknik yang berlandaskan pengetahuan ilmu eksakta dan berdasarkan proses teknis.". Teknologi adalah ilmu tentang cara menerapkan sains untuk memanfaatkan alam bagi kesejahteraan dan kenyamanan manusia. Menelusuri những lời chào tạm biệt hay nhất. Teknologi apapun bentuknya adalah suatu hal yang sangat penting pada kehidupan hari ini. Tidak heran, sejak jauh-jauh hari Nabi Saw. sudah mengisyaratkan pentingnya mempelajari teknologi bagi seorang artikel ini, kami telah sedikit menghimpun beberapa hadits tentang teknologi yang mungkin dapat menjadi referensi Anda. Semoga bermanfaat ya!طَلَبُ اْلعِلْمْ فَرِثْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu muslim.” HR Ibnu MajahHadits di atas ini, sepertinya sudah sangat familiar di tengah-tengah kaum muslim. Bahkan mungkin sejak kita kecil sudah mendengar hadits yang singkat tapi penuh makna ini dari guru-guru yang ada di Sekolah Dasar maupun ketika kajian TPA yang diadakan di masjid sekitar dasarnya, hadits ini tidak secara langsung menyebut kata teknologi. Melainkan hadits ini memang merupakan dalil kewajiban untuk mempelajari ilmu-ilmu agama seperti ilmu fiqih, bahasa Arab, Al Qur’an dan yang jika ditelusuri lebih lanjut lagi, sejatinya disini juga ada anjuran untuk mempelajari teknologi yang notabene merupakan ilmu yang sangat bermanfaat untuk urusan dunia. Hal ini karena sebagian ulama ada yang menafsirkan kata ilmu dengan setiap apa yang berguna bagi kehidupannya di dunia. Dan tentu teknologi merupakan bagian dari hal yang sangat berguna bukan?Bukankah dulu di masa Kekhalifahan Abbasiyah banyak sekali ilmuwan dan cendekiawan muslim yang menjadi pionir teknologi modern saat ini. Sebut saja Al Khawarizmi yang menemukan sistem Al Jabar, Ibnu Firnas penemu konsep pesawat terbang jauh sebelum Wright bersaudara, Ibnu Haytam sebagai Bapak Optik dunia, dan masih banyak yang Manusia Lebih Mengetahui Urusan DunianyaPerlu Anda ketahui, Rasulullah Saw. tidak lebih tahu tentang ilmu dunia dibandingkan para shahabatnya. Di antara buktinya adalah hadits dari Anas tentang mengawinkan بقَوْمٍ يُلَقِّحُونَ، فَقالَ لو لَمْ تَفْعَلُوا لَصَلُحَ قالَ فَخَرَجَ شِيصًا، فَمَرَّ بهِمْ فَقالَ ما لِنَخْلِكُمْ؟ قالوا قُلْتَ كَذَا وَكَذَا، قالَ أَنْتُمْ أَعْلَمُ بأَمْرِ ketika Nabi shallallahu alaihi wa sallam melewati sahabatnya yang sedang mengawinkan kurma. Beliau shallallahu alaihi wa sallam lalu bersabda, “Seandainya kalian tidak melakukan seperti itu pun, niscaya kurma itu tetaplah bagus.” Setelah beliau berkata seperti itu, mereka lalu tidak mengawinkan kurma lagi, namun kurmanya justru menjadi jelek. Ketika melihat hasilnya seperti itu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bertanya, “Kenapa kurma itu bisa jadi jelek seperti ini?” Kata mereka, “Wahai Rasulullah, Engkau telah berkata kepada kita begini dan begitu…” Kemudian beliau bersabda, “Kamu lebih mengetahui urusan duniamu.” HR MuslimBerdasarkan hadits ini, dengan jelas bahwasanya Nabi Saw. tidak lebih mengetahui tentang urusan dunia dibandingkan mereka yang memiliki keahlian pada suatu bidang. Karena pada hakikatnya Nabi pun hanyalah manusia biasa sebagaimana apa yang tertulis dalam Al Qur’ itu, frasa “Kamu lebih mengetahui urusan duniamu” juga mengandung makna bahwa manusia itu sangat membutuhkan berbagai perkara yang menunjang kehidupan mereka. Diantara perkara tersebut ialah teknologi. Seperti teknologi pangan, kesehatan, transportasi, dan yang Ilmu yang Tidak Terputusإِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” HR. MuslimHadis ini menyatakan bahwa ilmu yang kemudian diamalkan, maka pahalanya tidak akan pernah terputus. Sama halnya dengan penerapan ilmu dalam bentuk teknologi. Seperti misalnya membuat sebuah aplikasi yang di dalamnya mengandung unsur kebaikan, dan kebaikan-kebaikan yang dicantumkan dalam aplikasi tersebut terusdiamalkan oleh orang sudah pasti si pembuat aplikasi ini mendapatkan pahala sama seperti orang yang mengamalkan kebaikan tersebut. Tidak ada yang buruk selama kita tetap berada dalam jalur yang sesuai dengan tuntunan agama, meskipun ranahnya ialah Mengkaji Ilmu Teknologi untuk Sukses Duniaمَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ, وَمَنْ أَرَادَ الأَخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ, وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ“Barang siapa menginginkan perkara yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmunya; dan barang siapa yang ingin selamat dan berbahagia di akhirat, wajiblah ia mengetahui ilmunya pula; dan barangsiapa yang menginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula.” HR. Bukhari dan MuslimTidak diragukan lagi, untuk mencapai kesuksesan dunia, setiap orang tentu wajib memiliki ilmu yang dapat digunakannya sebagai wasilah kesuksesan tersebut. Tidak mungkin ada orang yang menjadi hebat, kaya, maupun terkenal di dunia tapi kosong dari suatu ilmu yang membawa kesuksesan di dunia adalah ilmu teknologi. Bukankah kita lihat saat ini bahwa mayoritas orang terkaya di muka bumi adalah mereka yang menguasai teknologi? Elon Musk dengan Space X dan teslanya, Bill Gates dengan Microsoftnya, Marck Zuckerberg dengan sudah selayaknya bagi seorang muslim untuk mempelajari ilmu teknologi secara Orang yang Paham Teknologi Menjadi Rujukanعَنْ سَعْدٍ، قَالَ مَرِضْتُ مَرَضًا أَتَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُودُنِي فَوَضَعَ يَدَهُ بَيْنَ ثَدْيَيَّ حَتَّى وَجَدْتُ بَرْدَهَا عَلَى فُؤَادِي فَقَالَ إِنَّكَ رَجُلٌ مَفْئُودٌ، ائْتِ الْحَارِثَ بْنَ كَلَدَةَ أَخَا ثَقِيفٍ فَإِنَّهُ رَجُلٌ يَتَطَبَّبُ فَلْيَأْخُذْ سَبْعَ تَمَرَاتٍ مِنْ عَجْوَةِ الْمَدِينَةِ فَلْيَجَأْهُنَّ بِنَوَاهُنَّ ثُمَّ لِيَلُدَّكَ بِهِنَّDari sahabat Sa’ad mengisahkan, “Pada suatu hari aku menderita sakit, kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjengukku, beliau meletakkan tangannya di tengah dadaku, sampai-sampai jantungku merasakan sejuknya tangan beliau. Kemudian beliau bersabda,“Sesungguhnya Engkau menderita penyakit jantung. Temuilah Al-Harits bin Kaladah dari Bani Tsaqif, karena sesungguhnya dia adalah seorang tabib dokter. Dan hendaknya dia Al-Harits bin Kaladah mengambil tujuh buah kurma ajwah, kemudian ditumbuk beserta biji-bijinya, kemudian meminumkanmu dengannya.” HR. Abu DaudMeskipun seorang nabi yang diberikan banyak keistimewaan oleh Allah, Nabi Saw. tidak dapat melakukan semua hal, termasuk dalam menyembuhkan manusia. Bahkan pada hadits ini beliau menyuruh sahabatnya yang sakit tersebut untuk berobat kepada yang lebih paham dalam ilmu teknologi kesehatan, yaitu secara tidak langsung hadits ini menunjukkan kemuliaan orang yang mengetahui teknologi. Hal ini karena mereka akan menjadi rujukan bagi siapapun yang butuh kepada teknologi yang dikuasainya. Wallaahu A’lamBaca jugaHadits Tentang Aqidah AhlakMembantu Anda menelusuri informasi seputar kehahalan produk yang beredar di tengah masyarakat. Saat ini sedang menimba ilmu sebagai mahasiswa Fakultas Ushuluddin di Universitas Al-Azhar, Mesir. Ikuti kami di Telegram! اًقيِر َط َكَلَس ْنَم ُلوُقَي َمَلَسَو ِهْيَلَع َُها َل َص َِها َلوُسَر ُتْعِمَس ِنِإَف ءاَدْرَدا وُبَأ َلاَق اَهَتَحِنْجَأ ُع َضَ َل َةَكِئ َلَمْلا َنِإَو ِةَنَْلا ِقُرُط ْنِم اًقيِرَط ِهِب َُها َكَلَس اًمْلِع ِهيِف ُبُلْطَي ِف ُناَتيِلاَو ِضْرْ لا ِف ْنَمَو ِتاَوَم َسلا ِف ْنَم َُ ْ ل ُرِفْغَتْسَيَ َل َمِلاَعْلا َنِإَو ِمْلِعْلا ِبِلاَطِل اًضِر ِبِكاَوَكْلا ِرِئاَس َ َع ِرْدَْبا َةَلْ َي ِرَمَقْلا ِلْضَفَكِدِباَعْلا َ َع ِمِلاَعْلا َلْضَف َنِإَو ِءاَمْلا ِفْوَج ْنَمَف َمْلِعْلا اوُثَرَو اَمَنإَو اًمَهْرِداَو اًراَنيِد اوُثِرَوُي ْمَل َءاَيِبْنَ َ ْلا َنِإَو ِءاَيِبْنلا ُةَثَرَو َءاَمَلُعَ ْ ْلا َنِإَو دواد وبأ هاور ٍرِفاَو ٍظَ ِب َذَخَأ ُهَذَخَأ Artinya Dari Abu Ad Darda lalu berkata, Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‹alaihi wasallam bersabda Barangsiapa meniti jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan mempermudahnya jalan ke surga. Sungguh, para Malaikat merendahkan sayapnya sebagai keridlaan kepada penuntut ilmu. Orang yang berilmu sungguh akan dimintakan maaf oleh penduduk langit dan bumi hingga ikan yang ada di dasar laut. Kelebihan seorang alim dibanding ahli ibadah seperti keutamaan rembulan pada malam purnama atas seluruh bintang. Para ulama adalah pewaris para nabi, dan para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu. Barangsiapa mengambilnya maka ia telah mengambil bagian yang banyak. HR. Abu Dawud Banyak pesan dan pelajaran yang bisa diambil dari hadits Abu Darda tersebut 1. Menuntut ilmu hukumnya fardlu `ain, artinya bahwa setiap orang Islam wajib menuntut ilmu terutaama ilmu-ilmu agama. 2. Perjalanan untuk mendapatkan ilmu termasuk pekerjaan yang bernilai ibadah, bahkan bisa disebut sedang berjihad, sehingga rasulullah saw mengibaratkan perjalanan mencari imu seperti perjalanan menuju surga. 3. Ilmu Pengetahuan dan teknologi, kalau digunakan sesuai dengan proporsinya akan banyak mendatangkan kemudahan, dan memberikan kenyamanan hidup, termasuk dapat membantu memperlancar pelaksanaan ibadah. 4. Kedudukan orang yang memiliki ilmu itu lebih tinggi dari orang yang ahli ibadah, karena orang berilmu akan melaksanakan ibadah sesuai dengan ilmunya, sementara orang ahli ibadah belum tentu mengilmui ibadah yang dilakukan. 5. Membandingkan antara bulan purnama dan benda planet lainnya merupakan pesan tersendiri yang secara tersirat mendorong manusia untuk mengembangkan teknologinya, terutama yang berkaitan dengan astronomi. mereka diberi al­hikmah, kebijaksanaan dan pengetahuan, di samping pengetahuan yang diperolehnya mereka secara empiris; Mereka mampu belajar dari sejarah berbagai bangsa,kemudian disimpulkannya satu pelajaran yang bermanfaat,yang dapat dijadikan petunjuk dalam mengambil keputusan di dalam kehidupan ini. Selain beberapa keistimewaan yang diberikan Allah SWT kepada mereka sebagaimana tersebut di atas, mereka ulû al­albâb juga memiliki sifat-sifat yang lain istimewa, antara lain 1. Bersunguh-sungguh mencari ilmu, termasuk di dalamnya kesenangannya mentadabburi ciptaan Allah SWT di langit dan di bumi, dan mentasyakkuri memanfaatkan nikmat Allah SWT dengan menggunakan akal pikiran, sehingga kenikmatan itu makin bertambah. 2. Mampu memisahkan yang jelek dari yang baik, kemudian ia memilih yang baik, walaupun ia harus sendirian mempertahankan kebaikan itu dan walaupun kejelekan itu dipertahankan oleh sekian banyak orang. Al-An`âm 100 3. Kritis dalam mendengarkan pembicaraan,pandai menimbang-nimbang ucapan, teori, proposisi atau dalil yang dikemukakan orang lain. Az-Zumar 18 4. Bersedia menyampaikan ilmunya kepada masyarakat lain untuk memperbaiki masyarakatnya; bersedia memberikan peringatan kepada masyarakat al-Taubah [9] 122 5. Tidak takut kepada siapa pun kecuali kepada Allah SWT. Berkali-kali Al-Qur`an menyebutkan bahwa ulû al­albâb hanya takut kepada Allah SWT. PROSES PEMBELAJARAN 1. Persiapan a. Guru mengucapkan salam dan mengajak siswa memulai pelajaran dengan berdoa b. Guru mengkondisikan ruangan dan warga kelas untuk siap belajar; memeriksa kebersihan kelas, kehadiran siswa, kerapian berpakaian, dan posisi tempat duduk yang disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran. c. Guru menyapa siswa. d. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran e. Guru menfokuskan konsentrasi siswa dengan menyampaikan pertanyaan secara komunikatif mengenai hal yang terkait dengan materi Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. f. Menyiapkan media/alat peraga/alat bantu dapat berupa tulisan manual di papan tulis, kertas karton tulisan yang besar dan mudah dilihat/dibaca, atau dapat juga menggunakan multimedia berbasis ICT atau media lainnya. g. Guru menggunakan metode yang beragam dalam menyampaikan materi, tidak terpaku pada satu metode sehingga suasana ruang kelas tetap terjaga aktif belajar. Yang lebih cocok memang direct methode dengan berbasis pada whole-class learning; model pengajaran langsung dan semua siswa merasakan suasana pembelajaran yang interaktive. 2. Pelaksanaan 1. Guru meminta siswa untuk mencermati perenungan yang ada pada kolom “Mari Renungkan”. Tetapi kalau materi dalam “mari renungkan” disampaikan guru dengan gaya bahasa yang menarik akan lebih mengena sebagai bahan renungan. 2. Siswa mengemukakan pendapatnya tentang hasil perenungannya. 3. Guru memberikan penjelasan tambahan dan penguatan terhadap hasil perenungan siswa. 4. Guru meminta siswa untuk mengamati gambar yang ada di kolom “Mari Mengamati”. 5. Siswa mengemukakan pendapatnya tentang gambar tersebut. 8. Siswa melakukan tanya jawab terkait tema kajian perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan hasil renungan dan pengamatan. 9. Guru menyampaikan materi pembelajaran • Membaca ayat dan hadits [guru memberi contoh cara membaca yang benar – siswa menirukan bacaan guru – guru menunjuk beberapa siswa untuk membaca] • Menghafal ayat dan hadits [guru mengalokasikan + 10 menit bagi siswa untuk memulai sedikit hapalan] • Guru bergerak aktif sambil mencari tahu keaktifan siswa dalam menghapal. • Guru mengkaji ayat dan hadits yang dimaksud [arti kosa kata – terjemah – penjelasan – kandungan ...dll] • Guru menggunakan ungkapan bahasa yang komunikatif. 10. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberikan tugas untuk berdiskusi sesuai dengan tema yang telah ditentukan. 11. Secara bergantian masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusi, sedangkan kelompok lainnya memperhatikan atau menyimak dan memberikan tanggapan. 12. Guru memberikan penambahan dan penguatan kepada siswa tentang materi tersebut. 13. Guru dan siswa menyimpulkan intisari dari pelajaran tersebut sesuai yang terdapat dalam buku teks siswa pada kolom rangkuman. 14. Pada kolom “EVALUASI”, guru 1 Meminta siswa untuk membaca ayat yang telah ditentukan dan membantu siswa memberikan tanda centang √ sesuai dengan hasil bacaan siswa; sangat lancar, lancar, sedang, kurang lancar atau tidak lancar. 2 Meminta siswa untuk mengerjakan bagian pilihan ganda dan uraian. 3 Memberikan pengarahan kepada siswa dalam rangka mencari ayat-ayat al-Quran yang berbasis ibadah sosial Kolom Tugas. PENILAIAN a. Sikap No Nama siswa Aspek Penilaian Sikap Skor Nilai Disiplin Rajin Religi Sosial Keterangan 1. Penilaian sikap ini bersifat subjektif, maka kriteria penilaiannya diserahkan kepada kebijakan guru 2. Penskoran mengikuti standar penilaian pada umumnya; minimal 1, dan maksimal 4. 3. Jumlah skor maksimal 16 point. Penskoran b. Diskusi Guru melakukan penilaian terhadap siswa dalam Pengamatan pada saat pelaksanaan diskusi. No Nama siswa Aspek yang Dinilai Skor Nilai 1 2 3 Keterangan Aspek dan rubrik penilaian 1. Kejelasan dan kedalaman informasi. a. Jika kelompok tersebut dapat memberikan penjelasan dan kedalaman informasi lengkap dan sempurna, skor 4. b. Jika kelompok tersebut dapat memberikan penjelasan dan kedalaman informasi lengkap dan kurang sempurna, skor 3 c. Jika kelompok tersebut dapat memberikan penjelasan dan kedalaman informasi kurang lengkap, skor 2 d. Jika kelompok tersebut dalam memberikan penjelasan dan kedalaman materi tidak lengkap, skor 1 2. Keaktifan dalam diskusi. a. Jika kelompok tersebut berperan sangat aktif dalam diskusi, skor 4 b. Jika kelompok tersebut berperan aktif dalam diskusi, skor 3 c. Jika kelompok tersebut kurang aktif dalam diskusi, skor 2 d. Jika kelompok tersebut tidak aktif dalam diskusi,skor 1 3. Kejelasan dan kerapian presentasi a. Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan sangat jelas dan rapi, skor 4 b. Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan jelas dan rapi, skor 3 c. Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan sangat jelas dan kurang rapi, skor 2 d. Jika kelompok tersebut mempresentasikan dengan kurang jelas dan kurang rapi, skor 1 INSTRUMEN PENILAIAN A. Membaca No Nama siswa Aspek yang Dinilai Skor Nilai 1 2 3 Keterangan B. Menghafal No Nama siswa Aspek yang Dinilai Skor Nilai 1 2 3 Keterangan Aspek Penilaian di dalam MEMBACA” dan “MENGHAFAL” 1. Kelancanan 2. Tajwid 3. Makhraj C. Melengkapi dan Memberi Arti اًقيِرَط 1. . . . ْنَم ُلوُقَـي َمَلَسَو ِهْيَلَع َُلا ىَلَص َِلا َلوُسَر ُتْعَِس ِّنِإَف ءاَدْرَدلا وُبَأ َلاَ .ُعَضَتَل َةَكِئ َلَمْلا َنِإَو ِةَنَْلا ِقُرُط ْنِماًقيِرَط ِهِبَُلا َكَلَس 3. . . . ِهيِف 2 . . . . ِف ْنَمَو ِتاَوَمَسلا ِف ْنَمُهَل ُرِفْغَـتْسَيَل 5. . . . . َنِإَو ِمْلِعْلا ِبِلاَطِل اًضِر 4. . . . َةَلْـيَل ِرَمَقْلا ِلْضَفَكِدِباَعْلا ىَلَع ِِلاَعْلا َلْضَف َنِإَو 7. . . ِف 6. . . . .َو ِضْرَْلا اًَهْرِد َلَو اًراَنيِد 8. . .. . َءاَيِبْنَْلا َنِإَو ِءاَيِبْنَْلا ُةَثَرَوَءاَمَلُعْلا َنِإَو ِبِكاَوَكْلا ِرِئاَس ىَلَع ِرْدَبْلا ٍرِفاَو ٍّظَِب َذَخَأ ُهَذَخَأ ْنَمَف َمْلِعْلا اوُثَرَو 5 1 6 2 7 3 Keterangan 1. Setiap nomor jawaban bernilai 2 2. Nilai Maksimal untuk 8 butir soal =16 3. Penskoran Pilihan Ganda 1. Surat Al Alaq [96] 1, mengandung perintah untuk . . . . . a. Memperbanyak ibadah b. Mencari ilmu melalui banyak membaca c. Mengajarkan ilmu Pengetahuan Agama d. Meningkatkan ilmu dan amal e. Menghormati orang-orang yang berilmu 2. Sebutan yang cocok untuk orang yang mampu menselaraskan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan nilai-nilai spiritual keagamaan adalah . . . . a. Khalifah b. Ulul albab c. Amirul Mukminin d. Mujtahid e. Ulul Arham 3. Berdasarkan QS Taubah [9] 122 Allah SWT memberi apresiasi kepada hambaNya yang menekuni bidang . . . . . a. Ilmu Pengatahuan dan Teknologi b. Ilmu Agama c. Ilmu Strategi Perang d. Organisasi e. Ilmu Pemerintahan 4. Kedudukan orang berilmu dibanding dengan yang tidak berilmu, diumpamakan oleh rasulullah seperti . . . . . a. air hujan b. tanah yang subur c. bulan purnama d. pohon yang berbuah e. lilin yang membakar dirinya 5. ُعَن ْصَي اَمِب ًاضِر ِمْلِعلا ِبِلاَطِل اَهَتَحِنْجأ ُعَضََل َةَكِئَلَملا َنإَو Hadits tersebut menunjukkan rasa hormat malaikat kepada . . . a. Orang yang banyak ibadah b. Orang yang membantu orang lain dengan shadaqah c. Orang yang menuntut ilmu d. Orang yang rendah hati dan tawadlu e. Orang yang selalu berdzikir siang dan malam 6. Maksud dari ayat ْمَلْعَي ْمَل اَم َنا َسْنِلا َمَلَعْ a. Sumber ilmu pengetahuan adalah manusia b. Orang yang berilmu mengetahui segalanya c. Pada dasarnya manusia itu tidak memiliki ilmu d. Belajar tidak menenal batas waktu e. Membaca merupakan media belajar yang mudah 7. Ilmu pengetahuan dan teknologi harus didukung dengan keimanan yang baik, seperti kandungan ayat berikut a. َنوُنِمْؤُي ا ٍمْوَق ْنَع ُرُذُناَو ُتاَيَ لا ِنْ ْغُت اَمَو b. ِمَلَقْلاِب َمَلَع يِ َلا c. ٍتاَجَرَد َمْلِعْلا اوُتوُأ َنيِ َلاَو ْمُكْنِم اوُنَمآ َنيِ َلا َُها ِعَفْرَي d. َناَيَ ْبا ُهَمَلَع 3 َناَسْنِ ْلا َقَلَخ 2 َنآْرُقْلا َمَلَع e. ٍنوُنْمَم ُ ْيَغ ٌرْجَأ ْمُهَلَف ِتاَ ِلا َصلا اوُلِمَعَو اوُنَمآ َنيِ َلا َاِإ 8. Allah memerintahkan Nabi Muhammad beserta umatnya untuk memperhatikan apa yang ada dilangit dan dibumi. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan Al Qur an Surat …. a. Yunus [10] 101 b. al Baqarah [2] 164 c. Yunus [10] 164 d. ai Baqarah [2] 101 e. al-Mujadilah [58] 11 c. Kejadian langit dan bumi sebenarnya tanda dan peringatan tetapi tidak dimengerti oleh orang kafir d. Kedudukan orang yang berilmu tidak sama dengan orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat kauniyah e. Orang yang menuntut ilmu agama akan dimudahkan jalan hidupnya 10. َءاَمَلُعْلا َنِإَو ُةَثَرَو ِءاَيِبْنَ ْلا a. Ulama mewarisi kedudukan para nabi dan rasul b. Ilmunya para ulama sejajar dengan ilmu nabi c. Ulama mempunyai tanggung jawab menyebarkan ajaran nabi d. Nabi mewariskan berkahnya kepada para ulama e. Para ulama menerima limpahan karomah dari nabi Kunci Jawaban 1. B, 2. B, 3. B, 4. C, 5. C, 6. C, 7. C, 8. A, 9. C, 10. C Keterangan 1. Setiap nomor bernilai 1 2. Nilai Maksimal 10 sesuai dengan jumlah butir soal 3. Penskoran Uraian 1. Siapa yang dimaksud dengan ulul albâb ! 2. Sebutkan tiga sifat ulul albâb yang kamu ketahui ! 3. Orang yang berilmu itu seperti purnama sebagaimana perumpamaan rasulullah saw. Mengapa? 4. Sebutkan beberapa dampak negatif yang disebabkan oleh kemajuan teknologi! 5. Kemajuan teknologi membantu memudahkan pelaksanaan ibadah. Berikan contohnya dalam kehidupan di sekitar kita ! Kunci Jawaban 1. Ulul al-bâb, sering diartikan dengan orang yang berpikir, tetapi sebenarnya yang disebut dengan ulul albâb adalah orang-orang yang mampu mengendalikan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan kekuatan hati dan iman. 2. Sifat-sifat ulul albâb selalu berdzikir kepada Allah baik secara lisan maupun perbuatan, selalu meningkatkan keimanan dengan memikirkan alam semesta yang diciptakan oleh yang Maha Pencipta, takut kepada Allah dan merasa khawatir kalau ilmu yang dimilikinya menyebabkan mereka masuk ke dalam neraka. 3. Rasulullah mengumpamakan orang yang berilmu seperti bulan purnama Karena orang-orang yang berilmu [seharusnya] banyak memberi manfaat menerangi jalan hidup manusia dengan pencerahan ilmunya seperti bulan purnama yang mampu memberi cahaya terang di malam gelap. Di samping itu sinar bulan purnama tidak menyengat seperti matahari, ilmu yang dikembangkan jangan sampai menyusahkan oran lain bahkan sampai membuat kerusakan. 4. Jawaban diserahkan kepada kebijakan guru sesuai dengan kedaerahan kearifan lokal 5. Memudahkan menentukan arah qiblat, penentuan awal dan akhir bulan, perjalanan haji semakin singkat, belajar ilmu agama semakin mudah dll. Keterangan 1. Penilian dan Penskoran diserahkan kepada guru. 2. Dalam penilaian dan penskoran guru mempertimbangkan kelengkapan dan ketepatan siswa dalam menjawab 3. Jumlah soal 5 butir, setiap butir bernilai 2, nilai maksimal 10 4. Penskoran E. Tugas Penilian dan Penskoran diserahkan kepada guru. PENGAYAAN DAN REMEDIAL Siswa yang sudah dinilai menguasai materi diberi tugas tambahan berupa pertanyaan-pertanyaan atau kegiatan kepustakaan untuk pengembangan dan penguatan materi siswa yang dinilai bisa berkembang lebih lanjut. Sementara siswa yang belum mendapatkan nilai yang cukup, mendapatkan tugas membaca/mengulang kembali materi yang telah diberikan dengan panduan soal-soal evaluasi terdahulu, atau dengan tambahan jam untuk menjelaskan materi dan INTERAKSI DENGAN ORANG TUA/WALI SISWA Guru meminta siswa memperlihatkan kolom “Ayo Berlatih” dalam buku teks kepada orang tuanya dengan memberikan komentar dan paraf. Cara lainnya dapat juga dengan mengunakan buku penghubung kepada orang tua yang berisi tentang perubahan perilaku siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran atau berkomunikasi langsung dengan cara home visit, atau melalui telepon, tentang perkembangan perilaku anaknya. KOMPETENSI INTI KI 1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. KI 2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli gotong royong, kerjasama, toleran, damai, santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. KI 3 Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. KI 4 Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan. - Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap orang Islam. Bahkan, ayat pertama yang diturunkan pada Rasulullah adalah perintah membaca Iqra!. Aktivitas membaca ini dapat dilihat sebagai salah satu cara untuk memperoleh ilmu. Orang yang menuntut ilmu dianggap sederajat dengan pasukan yang berjihad. Hal itu tertuang dalam firman Allah SWT dalam surah At-Taubah ayat 122. Dengan demikian, ganjaran penuntut ilmu setara dengan balasan surga bagi pejuang perang. Rasulullah SAW pernah bersabda “Bepergian ketika pagi dan sore guna menuntut ilmu adalah lebih utama daripada berjihad fi sabilillah,” Dailami. Dalam hadis lain, beliau menyatakan "Barang siapa menempuh satu jalan [cara] untuk mendapatkan ilmu, maka Allah pasti mudahkan baginya jalan menuju surga," Muslim. Ilmu yang wajib dipelajari seorang muslim adalah ilmu agama, minimal paham dasar-dasar ajaran Islam. Selanjutnya, ia juga dituntut untuk menimba ilmu duniawi sesuai dengan bidang yang ia geluti sehari-hari. Orang yang menuntut ilmu memiliki banyak keutamaan, mencakup ditinggikan derajatnya di sisi Allah SWT, lebih utama dibandingkan ahli ibadah, memperoleh naungan malaikat, dan sebagainya. Penjelasan lengkap mengenai keutamaan penuntut ilmu dapat dilihat di sini. Ayat Al-Quran tentang Ilmu Pengetahuan & Kewajiban Menuntut Ilmu dalam IslamDalil mengenai ilmu pengetahuan dan kewajiban menuntut ilmu tertera dalam banyak ayat Al-Quran, di antaranya adalah sebagai berikut. 1. QS. Al-Mujadalah Ayat 11يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ Bacaan latinnya "Yā ayyuhallażīna āmanū iżā qīla lakum tafassaḥụ fil-majālisi fafsaḥụ yafsaḥillāhu lakum, wa iżā qīlansyuzụ fansyuzụ yarfa'illāhullażīna āmanụ mingkum wallażīna ụtul-'ilma darajāt, wallāhu bimā ta'malụna khabīr"Artinya "Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu 'Berlapang-lapanglah dalam majelis', lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan 'Berdirilah kamu', berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan," QS. Al-Mujadalah [58] 11. 2. QS. Shad Ayat 29كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ Bacaan latinnya "Kitābun anzalnāhu ilaika mubārakul liyaddabbarū āyātihī wa liyatażakkara ulul-albāb"Artinya "Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran," QS. Shad [38] 29. 3. QS. At-Taubah Ayat 122وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ Bacaan latinnya "Wa mā kānal-mu`minụna liyanfirụ kāffah, falau lā nafara ming kulli firqatim min-hum ṭā`ifatul liyatafaqqahụ fid-dīni wa liyunżirụ qaumahum iżā raja'ū ilaihim la'allahum yaḥżaruun"Artinya "Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya ke medan perang. Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya," QS. At-Taubah [9] 122.Baca juga Ayat Al-Qur'an Tentang Semangat dan Motivasi Hidup Ayat Al Quran Tentang Kejujuran Sikap Siddiq di Al Ahzab-At Taubah Ayat-Ayat Al-Qur'an Tentang Akhlak Serta Penjelasannya - Sosial Budaya Kontributor Abdul HadiPenulis Abdul HadiEditor Dhita Koesno - Keanekaragaman hayati tak hanya memberikan manfaat bagi manusia, melainkan juga untuk mempertahankan keberlangsungan ekosistem. Contohnya, seperti hutan hujan tropis dengan keanekaragaman hayatinya yang tinggi, lebih mendukung untuk kelestarian ekosistem dibandingkan ekosistem pertanian yang monokultur. Selain itu, ada juga hama yang bernama wereng menyerang padi. Sehingga, dianjurkan bagi petani untuk menambahkan pupuk pada lahan agar tanaman padi dapat tumbuh subur. Berbeda dengan hutan hujan tropis, dengan adanya tanaman dan hewan yang beranekaragam maka kesempatan satu jenis hewan untuk meningkat populasinya dengan cepat menjadi berkurang. Baca juga Keanekaragaman Hayati di Indonesia Hewan dan Tumbuhan Manfaat Keanekaragaman Hayati Keanekaragaman hayati yang ada di bumi memberikan manfaat pada sejumlah hal, di antaranya di bidang farmasi, ekologi, dan pangan. Berikut penjelasan manfaat keanekaragaman hayati, yang dikutip dari - Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Banyak ilmuwan yang sudah meneliti tentang flora dan fauna di bumi. Untuk itu, keanekaragaman hayati sangat bermanfaat untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. - Farmasi Keanekaragaman hayati dapat digunakan sebagai bahan obat-obatan serta untuk ilmu tentang tumbuhan yang bisa dijadikan obat sudah ada sejak lama. Selain itu, hewan-hewan yang ada di bumi bisa dijadikan sebagai bahan pembuatan obat juga.

hadits tentang ilmu pengetahuan dan teknologi